nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

KETUA LSM
DUKUNG KPK SAYANGI KELUARGA TERSANGKA
Ifan : “KPK Bersih walaupun bukan malaikat!”

Ifan, Ketua LSM Bandit Indonesia berterima kasih kepada KPK yang tidak menuntaskan Kasus Century walaupun Putusan Pengadilan terhadap Budi Mulya menjelaskan keterlibatkan para pejabat senior BI.  Ifan pun mendukung penuh langkah KPK yang tidak menuntaskan Pengembangan kasus Bupati Subang Ojang Sohandi yang hanya membidik kasus HTS. Langkah KPK demikian dikatakan Ifan bukan pandang bulu melainkan KPK menampilkan sisi kemanusiaan yang hakiki.

Ifan menjelaskan bahwa dalam BAP mantan ajudan Bupati Subang, Ojang Sohandi, tercatat secara rinci pemasukan keuangan tidak syah terhadap Bupati Ojang dari beberapa pejabat teras Pemkab Subang, termasuk dari staf Pemkab Subang dan rinci pula pembagiannya terhadap orang-orang tertentu, namun KPK hanya mengungkap kasus HTS, sedangkan kasus lainnya sudah beberapa tahun dibiarkan begitu saja, “itulah KPK, mengedepankan sisi kemanusiaan,” kata Ifan.

Dalam kasus HTS, selain ada “saksi kunci” Iwan Kurniawan yang tidak dipanggil KPK dan tidak dijadikannya isteri dan anak HTS yang terindikasi kuat terlibat dalam CPNS K2 sebagaimana dikatakan orang-orang yang pernah dekat dengan HTS seperti Hendi, Deni, Wahyudin Alm Udin, Hendra dan terutama dikatakan “saksi kunci” Iwan telah membingungkan beberapa orang penggiat anti korupsi, “Saya tegaskan bukan karena KPK pandang bulu dan tidak mengetahui keadaan sebenarnya, namun karena KPK mengetahui HTS sudah cukup menderita ditagih yang tidak lolos CPNS dan kordinatornya, maka untuk mengurangi penderitaannya isteri HTS dan anaknya dibiarkan tidak jadi tersangka walaupun terindikasi kuat ada keterlibatan dan itu sikap yang patut mendapat pujian kita bersama dari sisi kemanusiaan,” kata Ifan.

Ifan pun mengapresiasi positif KPK yang tidak mengungkap secara mendalam uang yang diterima HTS sehingga tidak merepotkan HTS sebagaimana diakui HTS sendiri dan meringankan kerja penyidik karena tidak harus bekerja keras menyingkronkan pemasukan dan pengeluaran “bisnis” HTS, cukup diperiksa beberapa orang saja “sesuai keinginan atau informasi HTS.” Dan dengan tidak diungkapnya secara mendalam pemasukan HTS dari “bisnis CPNS K2” menurut Ifan ada sisi baiknya, memungkinkan HTS masih mempunyai sisa miliaran rupiah dari hasil kutipannya dan bisa menghidupi keluarga walaupun ditahan KPK.”

Tidak dipanggilnya Iwan Kurniawan (Iwan Sagel) sebagai “saksi kunci” yang banyak mengetahui seluk beluk sumber keuangan HTS baik dari yang lulus maupun dari yang tidak lulus CPNS K2 termasuk mengetahui sepak terjang keluarga HTS dalam “bisnis CPNS K2” dan bahkan mengetahui pemungutan uang CPNS K2 adalah inisiatif HTS sebagaimana diakui HTS sendiri kepada Iwan Kurniawan dan banyak mengetahui hal lainnya tentang HTS diapresiasi Ifan sebagai langkah KPK yang tetap menampilkan kasih sayang di atas hukum karena menurut Ifan sejatinya kasih sayang harus di atas hukum sebagaimana yang dilakukan Pemkab Subang terhadap HTS yang tetap memberikan gaji tepat waktu, jabatan dan hak pensiun walaupun HTS sudah tidak masuk kerja sangat lama semata-mata karena sisi kemanusiaan.

Ifan berharap, demi sisi kemanusiaan yang hakiki, KPK tidak menuntut HTS jauh di atas lima tahun, cukup dua tahun saja walaupun HTS mengatakan perbedaan penerimaan sewaktu diperiksa sebagai saksi sekitar 14,5 miliar dengan sebagai tersangka jauh di atas 14,5 miliar dan walaupun pernah mengatakan kepada orang lain pernah ditekan KPK dengan lidik baru karena menurut Ifan HTS menyalahgunakan wewenang kemungkinan bukan karena sengaja melainkan karena kahilafan semata walaupun semasa PNS pernah dihukum dalam kasus penyelahgunaan wewenang juga, tetapi kekhilafan bisa saja dilakukan berulang-ulang oleh manusia yang tidak luput dari kehilafan dan kesalahan.

Saat Ifan ditanya kemungkinan ada beban orang KPK terhadap HTS disebabkan banyak hal seperti tidak segera menetapkan isterinya sebagai tersangka padahal terindikasi terlibat penuh, Ifan dengan tegas mengatakan dalam nada emosional, “yang namanya KPK itu bersih walaupun bukan malaikat, ada pun seperti banyak keanehan dalam pengungkapan kasus HTS, semata-mata KPK mempertimbangkan sisi kemanusiaan yang hakiki dan menerapkan dengan konsisten hukum ala Indonesia!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *