nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Aparat Hukum Harus Periksa Ambruknya Jembatan Cijunti Semasa Bupati Dedi Mulyadi

Ambruknya jembatan cijunti yang belum lama dibangun menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana bisa jembatan yang terbilang baru dibangun semasa Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta tersebut bisa ambruk, ungkap Iqbal, tokoh pemuda Subang.

Apa yang disampaikan Iqbal diamini Sigit warga Pabuaran, ada banyak jembatan di Subang yang sama terus menerus terguyur hujan tapi tetap berdiri kokoh bahkan dibangunnya jauh lebih lama di atas jembatan Cijunti, karena itu senanda dengan iqbal, sigit pun mengharapkan aparat hukum segera turun tangan dan melakukan penyelidikan mendalam, “bila perlu saya siapkan mesin koring untuk meneliti kualitas jembatan tersebut,” ungkap Sigit menyesalkan.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan, ambruknya sebuah jembatan bisa disebabkan beberapa kemungkinan, karena perencanaannya yang tidak benar, bisa karena pengawas pembangunan terkena suap penyedia jasa dan bisa karena ada kutipan atau setoran tertentu dengan dalih kemitraan.

Masih menurut Iqbal, ambruknya sebuah jembatan apalagi yang menelan dana APBD miliaran rupiah harus disikapi aparat hukum secara serius kalau memang aparat hukum berpihak pada penyelamatan uang rakyat, kecuali kalau tidak mempunyai kepedulian sama sekali, “jangan karena alasan corona aparat hukum di Purwakarta lalai dalam memeriksa kasus robohnya jembatan tersebut, kalau aparat hukum di Purwakarta atau di Jawa Barat lamban apalagi enggan melakukan penyelidukan, saya akan adukan kasus tersebut ke KPK.”

Senada dengan Iqbal, Sigit mengatakan, aparat hukum harus terbuka kepada masyarakat dalam menangani kasus robohnya jembatan Cijunti jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, “namun saya masih yakin Polres Purwakarta maupun Kajari Purwakarta akan serius menangani kasus jembatan tersebut, kita tunggu dalam satu minggu ke depan, apakah corona akan dijadikan alasan atau tidak.”

Kecepatan dan keterbukaan aparat hukum dalam menyelidiki kasus jembatan Cijunti akan membuka mata pikiran masyarakat, apakah di Purwakarta ada hukum atau tidak, ungkap iqbal mengakhiri wawancaranya.

BERITA LAIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *