nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Bi NINA DPRD JABAR Tidak Lupa Kulitnya

Nilanews.com – Banyak masyarakat yang mengatakan, kalau memilih DPRD yang penting uangnya, sebab kalau sudah jadi suka kacang lupa kulitnya.

Anggapan masyarakat seperti di atas tidak berlaku bagi Nina Nurhayati, Anggota DPRD JABAR dari Fraksi Partai NasDem yang akrab disapa Bi Nina, bersama timnya dan didampingi Mang Eep, Ketua DPD NasDem Subang, terus berkeliling masyarakat untuk berterima kasih dan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di tingkat provinsi dan bagi aspirasi yang dalam pelaksanaannya merupakan kewenangan kabupaten maka akan dikordinasikan dengan bupati didapilnya.

Paling tidak beberapa kelurahan di Subang sudah dikunjungi ulang seperti Cigadung, Karanganyar, Dangdeur, Sukamelang, Wanareja, Pasirkareumbi yang berlanjut mengunjungi Purwadadi Barat, Purwadadi Timur, Koranji, Rancamulya, Tambakjati, Karokrok dan sedianya (18/2/20) akan mengunjungi desa-desa di kecamatan Ciasem.

Tim Aspirasi Bi Nina Bersama Lurah Sukamelang
Tim Aspirasi Bi Nina Di Kelurahan Cigadung
Tim Aspirasi Bi Nina Di Kelurahan Karang Anyar
Tim Aspirasi Bi Nina Di Kelurahan Soklat

Bi Nina mengungkapkan, bahwa dirinya tidak menampik, yang diperjuangkan untuk pembangunan di desa-desa untuk pertama kalinya adalah desa-desa yang keterpilihan dirinya pada Pemilu 2019 cukup signifikan, “setiap tahun paling tidak lima puluh sampai dengan seratus desa bisa tersentuh aspirasinya, baik untuk infrastruktur maupun hal lainnya,” katanya ketika mengunjungi Desa Belendung dan Cinangsi di Kecamatan Cibogo.

Rencananya seluruh desa bisa dikunjungi Bi Nina dalam kerangka safari ucapan terima kasih dan safari penyerapan aspirasi masyarakat karena sistem reses yang selama ini dilaksanakan sifatnya terlalu formalitas, dan menurut mang Eep, negara ini memang negara formalitas sehingga kemajuan pembangunan akan sangat lambat karena inovasi tidak mendapat ruang yang leluasa di negara ini sehingga seperti reses yang seharusnya bisa menyerap aspirasi masyarakat lebih luas dan lebih banyak, karena sifatnya formalitas maka penggunaan biaya ratusan juta menjadi sangat tidak efektif dan cenderung mubajir.

Selama ini memang Pemerintah terlalu banyak mengatur hal-hal teknis sehingga penggunaan anggaran seringkali tidak efektif dan kurang tepat sasaran, demikian diungkapkan mang Eep, Ketua NasDem Subang, sehingga dirinya merindukan Pemerintah yang menjungjungtinggi azas manfaat bukan menjungjungtinggi azas formalitas dan untuk pernyataannya itu mang eep siap berdiskusi bahkan berdebat dengan siapa pun, syukur-syukur kalau Pemerintah cepat menyadari kekeliruannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *