nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Dapduk Warga Sumedang layak bantuan, BDT Baru Berjalan 2 Tahun : Belum Maksimal

SUMEDANG, nilanews.com _ Data validasi data kependudukan tak heran menjadi simpang siur dan terkesan tidak update, sebab anggaran verifikasi data tidak memadai kebutuhan lapangan.

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, komisi III, praksi PAN, Bagus Noorrochmat, mengatakan, Dana Perval terkait dapduk untuk kaitan dinsos Sumedang, kurang lebih 5 tahun kebelakang bisa disebut kurang cukup atau tidak manusiawi Jelas Bagus, ketika dihubungi celluler, Sabtu, Darmaja, Sumedang, (02/05)

Menurutnya, “Tentang banyaknya bantuan sembako terdampak covid 19 sekarang ini, dan ada yang tidak tepat sasaran dikabupaten Sumedang, bukan salah di tingkat Desa atau Rw dan Rt, melainkan sistem Dapduk Sumedang yang telat menjalankan basis data terpadu (BDT),”

Sehingga kita tidak heran kalau ada bencana seperti ini jadi terkuak segala kaitan data valid kependudukan, pantas dan tidaknya, ada domisilinya dan sesuai kah keadaannya untuk mendapatkan suatu program PKH misalnya,”ujar Bagus

Tapi syukurlah dengan begitu kita ada hikmahnya semua jadi terkontrol secara luas dan bisa jadi bahan pedomanan kita kedepan.

Lebih lanjut, “Dana Dinsos untuk Perfal data terkait dapduk inilah yang perlu kita perhatikan yang memang dinilai tidak manusiawi itu karena untuk kepentingan mereka petugas lapangan tidak menunjang untuk keperluan rekan rekan dinsos Sumedang,”

300 juta dalam setahun dengan kabupaten Sumedang terdiri dari 26 kecamatan, 7 kelurahan dan 270 desa jumlah penduduk mencapai kurang lebih 1.135.818 jiwa dan sebaran penduduk yang luas wilayahnya 1.518,33 km² serta sebaran penduduk 748 jiwa/km², justru kita harus bisa memaksimalkan bagaimana caranya supaya semua bisa tersensus dengan baik,” terangnya

“Baru 2 tahun ini Sumedang laksana sistem basis data terpadu yang secara online dan memang sedang kita anjurkan untuk di maksimalkan sebelumnya agar dapat terus update, apalagi dengan sutuasi sekarang ini yang tidak kita ketahui akan ada kejadian ini, jelas ini banyak dialamai seluruh penduduk,”

“Semua menjadi terdampak covid 19, terlebih bagi warga yang tidak mampu sehingga amat terasa sebab pandemi ini,”

Dalam hal ini legislatif sudah menyetujui Sumedang siapkan Dana Rp. 230 Milyar untuk kepentingan ini, samapi agustus nanti di perkirakan kita siapkan 84 milyar mulai untuk keperluan kesehatan, APD dan alkes khusus covid 19, semua di atur pemda selaku esekutif, ini masalah bersama mari kita gotong royong lakukan pencegahan penyebaran corona,”

Akhirnya, Semoga covid 19 cepat berlalu, dan bumi ini sehat kembali tentunya sumedang pun demikian, kita dapat aktifitas lagi seperti biasa, maka lakukan ajuran pemerintah dengan baik jalankan PSBB semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan bersama, pungkasnya. (DENI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *