nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

HAL INI DI NASDEM BISA TERJADI

Kang Saan : Tidak ada sekat

Nama lengkapnya siapa, Kang? Tanya kang Saan, Ketua DPW NasDem Jawa Barat, kepada mang Eep, Ketua NasDem Subang. “H. Ruhimat,” dijawab mang Eep seperti itu saat akan diterbitkan SK DPP Partai NasDem untuk H. Ruhimat sebagai Calon Bupati dari Partai NasDem, “SK tercepat dalam sejarah perpolitikan di Indonesia,” kata mang Eep ketika menceritakan sikap tidak banyak basa-basi di Partai NasDem.

Demikian juga penyerahannya begitu cepat, sampai-sampai terucap dari mulut H. Ruhimat, “Subhanalloh” maksudnya begitu sederhana, tanpa mahar dan tanpa basa-basi. Demikian pula, ketika mang Eep dipercayai kembali menjadi Ketua DPD NasDem Subang tahun 2020, kang Saan pun mengatakan kepada mang Eep, “SK-nya dititipkan ke bi Nina, Kang.” Itu saja.

Ketika hal-hal yang egaliter seperti itu ditanyakan kepada Sekertaris DPW NasDem Jawa Barat, H.M. Rachmat, apakah tidak takut bisa meruntuhkan wibawa Partai NasDem? Dijawab HM Rachmat secara diplomatis, “justru sikap egaliter yang tidak dibuat-buat dan politik tanpa mahar telah menempatkan NasDem sebagai pemenang Pilkada terbanyak se Indonesia dan keempat terbesar dalam perolehan kursi DPR RI.”

Diakui oleh Hendra Awangsah politisi PKB yang pindah haluan ke Partai NasDem, tanpa Calon Presiden dan Wakil Presiden pun, NasDem hanya terpaut 19 kursi DPR RI dengan Gerindra, apalagi kalau ke depan bisa secara langsung mengusung kadernya menjadi Calon Presiden atau Wakil Presiden.

Politik tanpa mahar memang tercetuskan begitu saja dari mulut para Kepala Daerah, seperti dari Ridwan Kamil, Bupati Garut, Bupati Bandung Barat, Bupati Cianjur, Wakil Walikota Cirebon dan banyak lagi dari para Calon Kepala Daerah yang diusung Partai NasDem, tidak heran, banyak Kepala Daerah yang berani menyatakan menjadi kader NasDem dalam keadaan kursi zong atau sedikit kursi DPRD-nya, padahal seorang kepala daerah memerlukan dukungan kursi DPRD dalam jumlah signifikan, “dengan banyaknya Kepala Daerah dan para tokoh senior politik masuk NasDem, apakah hal tersebut meruntuhkan wibawa NasDem?” kata Opi, pengurus NasDem Jawa Barat menimpali.

Banyak yang tidak mempercayai politik tanpa mahar Partai NasDem pada awalnya, tetapi lambat laun fakta bermunculan sebagaimana diperlihatkan para Kepala Daerah yang pencalonannya diusung Partai NasDem, “NasDem tidak perlu menjelaskan politik tanpa mahar dan sikap egaliternya karena yang baik akan tercium aromanya dan yang tidak baik akan tercium baunya, waktu yang akan menentukan. Memang, sebagaimana sering disampaikan Ketua DPW, di NasDem tidak ada sekat,” Ungkap Nina Nurhayati, politisi NasDem Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *