nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Iqbal : Kenyataan Tak Semanis Janji Ridwan Kamil

Nilanews.com_ Diakui atau tidak, perkumpulan masyarakat muda Subang yang tergabung dalam wadah Kawal Subang hampir setiap hari selama masa kampanye menggelorakan program Ridwan Kamil, baik tentang pinjaman modal tanpa bunga melalui DKM Mesjid atau yang disebut Kredit Mesra, program perumahan atau apartemen murah dekat pabrik dan Gedung Creatif Center yang sepertinya tanpa perencanaan pengelolaan yang baik, “baru jaman Ridwan Kamil, jalan Bandung Subang tidak semulus dulu, mana bisa disebut sebagai provinsi termaju. Mana juga program satu desa satu perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja,” kata Iqbal, salah seorang pentolan Kawal Subang.

Kawal Subang menurut Iqbal mempunyai tanggung jawab moral kepada masyarakat dan sebagai relawan banyak ditanyakan oleh masyarakat tentang berbagai janji dan program Ridwan Kamil selama kampanye, “kalau tidak salah dengar, sejauh yang saya ketahui, Ridwan Kamil juga mau membantu penyelesaian mahasiswa Subang di Jerman, namun sampai saat ini belum ada juntrung realisasinya, bahkan menurut informasi akan membuat program serupa,” sesal Iqbal.

Sebagai tanggung jawab moral, Kawal Subang memberitahukan kepada Polda Jabar untuk melakukan unjuk rasa berupa pemasangan spanduk di seluruh wilayah Jawa Barat sampai Gubernur Ridwan Kamil menyelesaikan janji-janjinya, “saya jadi malu ketika ada seorang ibu bertanya kepada saya, mana kredit mesranya kang Iqbal, termasuk juga pertanyaan dari seorang buruh tentang apartemen buruh dekat pabrik,” kata Iqbal.

Apabila janjinya hanya sekedar pencitraan selama kampanye, Kawal Subang akan menjadi garda depan untuk menolak pencalonan Ridwan Kamil baik sebagai Gubernur kembali, apalagi untuk pencalonan Presiden, “jika janjinya tidak kunjung terealisasi dan hanya mengandalkan pencitraan melalui strategi media darling, maka Kawal Subang menolak Ridwan Kamil menjadi calon presiden, termasuk menolak kalau mencalonkan lagi menjadi Gubernur Jawa Barat. Sampai sekarang kenyataan tak semanis janji Ridwan Kamil,” tegas Iqbal.

Ditanya lebih jauh tentang apa yang dimaksud dengan kepemimpinan media darling secara umum, Iqbal menjelaskan, bahwa kepemimpinan media darling adalah tipe kepemimpinan yang bersahabat dengan pers atau media, karena persahabatan itulah maka ada keengganan dari pers untuk mengangkat bad news sehingga berita yang ditampilkan hanya good news yang berpengaruh positif terhadap pandangan masyarakat, “tidak standarnya kebun binatang Bandung misalnya, merupakan bentuk nyata kelemahan pembinaan Ridwan Kamil semasa menjadi walikota, namun Ridwan Kamil berhasil tidak terekspos kelemahannya oleh media bersamaan dengan kematian gajah Yani.”

Saat Gubernur Ridwan Kamil diwawancarai melalui surat yang dikirimkan wartawan nilanews.com, sampai berita ini diterbitkan, Gubernur Jawa Barat belum memberikan klarifikasi atau tanggapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *