nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

MODERNISASI “NGAJI” DITENGAH PANDEMI

Nilanews.com _ Tak dipungkiri peran Pesantren dan madrasah menjadi pilar sekaligus model utama pendidikan agama Islam di Indonesia. Sudah banyak upaya pembaruan metode atau modernisasi proses belajar mengajar di pesantren dan madrasah untuk mencetak generasi intelektual yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Mulanya, kehadiran teknologi yang direpresentasikan sebagai budaya sekuler-Barat banyak ditentang oleh kalangan agama. Dengan nada sinis mereka menyatakan teknologi produk Barat harus ditolak. Lambat laun tapi pasti, teknologi justru menjadi bagian nafas dari kehidupan sosial, termasuk didalamnya hal keagamaan.

Faktanya, saat ini agama dan teknologi saling berkaitan membentuk suatu budaya baru. Katakanlah, agama dan internet justru menghasilkan suatu fenomena baru seperti “ngaji online”, “Belajar Agama Online” yang bersamaan dengan itu, situs-situs keagamaan menjamur di dunia maya. Artinya, kehadiran teknologi media sosial tidak lagi dikutuk, tetapi diambil manfaatnya untuk kepentingan spiritual dan keagamaan.

Di dunia Barat, media seperti novel religius, talk show keagamaan, film keagamaan dan situs keagamaan telah menjadi media yang digunakan oleh semisal Protestan konservatif untuk dijadikan instrument menyebarkan kepentingan keagamaan. Pertanyaannya adalah bagaimana sebenarnya penggunaan media tersebut mempengaruhi lembaga keagamaan. Wuthnow (2003) untuk kepentingan tersebut telah mengadakan survey terhadap lebih dari 400 interveiw yang menyimpulkan bahwa mereka umat beragama melihat berbagai media tersebut sebagai penguatan keimanan keagamaan.

Sebenarnya fenemona belajar Islam online bukanlah persoalan, justru ia hadir sebagai media dan pendekatan baru dalam pembelajaran keagamaan. Faktor kemudahan, kecepatan dan praktis memang menjadi alasan tertentu mengapa media teknologi melalui jaringan internet banyak disukai oleh kalangan muda.
Kini, Pandemi Covid-19 masih menyebar. Ibadah Puasa bulan Ramadhan tahun 1441 Hijriah yang sekarang dijalani seakan ada shock culture di kalangan msyarakat Muslim Tanah Air. Hal ini tidak lain karena menjamurnya fenomena ‘ngaji online’ di kalangan santri sejauh Ramadhan tahun ini.
Kalangan kiai maupun nyai biasanya mengaji kitab secara sorogan/balagan. Istilah ini tradisional santri di Jabar dengan fokus pada kiai ataupun nyai membaca dan memaknai kitab klasik yang dikerubuti para santri.
Namun, kini beralih ataupun melangkah jauh dengan memancarkannya secara live streaming lewat media sosial. Terpasang piranti rekam audio visual di hadapannya dan tidak kalah rasanya dengan proses produksi stasiun TV.
Kalangan kiai dan nyai sepertinya juga tidak mau ketinggalan momentum diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Dalam Jaringan (Daring) di lingkungan pendidikan formal. Dengan berbekal smartphone berbasis android, para kiai dan nyai rutin menyapa para santri dengan bacaan dan bahasan kitab-kitabnya. (AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *