nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Pandemi Global kebijakan Dan Peran Sejarawan

Ulul Fahmi Fauzi

Di akhir tahun 2019 dunia di hebohkan dengan munculnya penyakit yang di tularkan oleh hewan kelelawar, virus ini awal berkembangnya di pasar hewan kota wuhan cina yang di namakan virus corona atau covid 19.

Seiring berjalannya waktu dan begitu masif penyebarannya ke seluruh dunia virus corona ini, sehingga dunia menyatakan telah terjadi fandemi global.

Pada awal maret 2020 pemerintah Indonesia mengumumkan temuan pertama orang yang terinfeksi virus corona. Saat itu 3 warga depok yang ber profesi sebagai guru dansa dinyatakan positif setelah pulang dari malaysia. Berawal dari depok tidak butuh waktu lama virus corona terus menyebar ke seluruh penjuru indonesia.

Babak awal Pandemi di mulai, pemerintah mulai membuat strategi untuk menangani virus corona, berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk menyetop penyebaran virus corona. Sampai pada sabtu 17 juni terkonfirmasi ada 16.496 kasus postif corona di indonesia.

Dalam prose penanganan pemerintah Indonesia menghimbau kepada masyarakat agar diam di rumah mnegurangi aktifitas di luar rumah menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker dan selalu mencuci tangan, himbauan ini ternyata menjadi polemik, dimana alat kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan dan , alat pengukur suhu badan harga melambung tinggi, barang susah sehingga menyebabkan keresahaan di masyarakat.

Selain itu virus corona pun sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Banyak orang kehilangan pekerjaan.

Di saat susah seperti ini, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan dan memberikan konpensasi kepada para nara pidana untuk bebas, dengan dalih mengurangi penyebaran di dalam lapas akibat dari oembebasan tersebut, angka kriminal yang di lakukan oleh mantan napi meningkat.

Memasuki bulan mei dan menjelang hari raya idul fitri pemerintah mendata masyarakat yang benar-benar terdampak oleh pandemi untuk di berikan bantuan. Namun setelah terealisasi bantuan yang di berikan oleh pemerintah tidak lantas benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat.

Kita coba untuk berkunjung ke masa lalu, sebetulnya pandemi seperti ini sudah sering terjadi yang paling dekat itu virus flu burung. Apabila virus corona ini masih keluarga virus influenza pasti ada kesamaan dalam cara penanganan nya. Sehingga pemerintah mempunyai tindakan yang tepat dalam menangani Kasus seperti ini. Pada tahun 1918 hindia belanda pun pernah terkena pandemi wabah influenza.

Hemat saya, pemerintah saat ini perlu untuk melakukan tinjauan historis untuk menggali informasi mengenai kasus pandemi di masalalu. Disini peran dari Para sejarawan sangat di butuhkan untuk menggali data-data masalalu tentang pandemi sehingga bisa menjadi rujukan atau dasar dalam mengambil keputusan dalam mengeluarkan himbauan atau kebijakan di tengah pandemi agar tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *