nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Penyekatan Data Terpisah Covid-19 Di Kabupaten Sumedang, Bedakan Pasien Terindikasi

Sumedang, nilanews.com _ Perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 Kabupaten Sumedang, pada hari ini sampai pukul 16.00 WIB, masih perlu lebih diwaspadai. Rabu, Jln. Prabu Gajah Agung, IPP Pemkab Sumedang, (06/05)

Gugus tugas tim pencegahan penyebaran Covid-19 kadis Kominfosanditik pemkab Sumedanga, Drs. Iwa Kuswaeri, mengatakan, “Berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction/SWAB terdapat pasien positip sebanyak 5 orang, yang terdiri dari Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang Kecamatan Jatinangor 3 orang Kecamatan Cimanggung 1 orang Dari total 6 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB 1 orang diantaranya telah selesai dan sembuh yaitu pasien dari Kecamatan Darmaraja.

Berdasarkan pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktip Rapid Test sebanyak 28 orang yang terdiri dari Kecamatan Conggeang 2 orang, Kecamatan Tanjungsari 1 orang

  • Kecamatan Cimalaka 1 orang
  • Kecamatan Ujungjaya 8 orang
  • Kecamatan Buahdua 7 orang
  • Kecamatan Pamulihan 1 orang
  • Kecamatan Wado 1 orang
  • Kecamatan Surian 5 orang
  • Kecamatan Cisitu 1 orang
  • Kecamatan Tomo 1 orang.

Jumlah Total hasil Rapid Test Reaktif sebanyak 46 orang dan 18 orang sudah dinyatakan selesai dan pulang ke rumah masing-masing.

Perlu diketahui dan dipahami bahwa hasil rapid test reaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya orang yang telah melakukan rapid test dan hasilnya reaktif dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction/ SWAB Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang, yang terdiri dari, Kecamatan Cimanggung 1 orang, Kecamatan pamulihan 1 orang, Kecamatan Paseh 1 orang, Kecamatan Cisitu 1 orang, Sumedang Utara 1 orang

Lebih jelas, Iwa, menerangkan, “Dari jumlah Total PDP sebanyak 50 orang, sebanyak 45 orang telah selesai menjalani perawatan dan dinyatakan pulang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 33 orang, dimana dari total 917 ODP, sebanyak 884 orang dinyatakan telah selesai menjalani masa pemantauan.

Orang Dalam Risiko (ODR) sebanyak 3.375 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 238 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 3.613 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 52 orang.

PDP adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala.

ODP adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia.

ODR adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun.

OTG yaitu orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.

ODR yang sebelumnya beristilah ODP Berisiko, datanya dikonsolidasikan dari data para pemudik oleh aparatur wilayah yang terdiri dari Camat, Kepala Desa/Lurah beserta RT dan RW. Saat ini berdasarkan data tanggal 6 Mei 2020 pukul 13.00 jumlah ODR terus mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya, yaitu turun sebanyak 238 orang. Turunya jumlah ODR ini tidak terlepas dari pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang dan kebijakan larangan mudik daripemerintah pusat sehingga mampu menekan jumlah pemudik yang datang ke Kabupaten Sumedang, serta telah usainya masa isolasi mandiri 14 hari bagi orang yang pulang kampung.

Bagi masyarakat yang pulang kampung dan telah berada di Kabupaten Sumedang, kepada yang bersangkutan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada gejala demam, batuk dan sakit tenggorokan serta sesak napas diminta agar segera menghubungi call centre 119 atau menghubungi puskesmas setempat.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 6 Mei 2020 Selesai Rapid Test 2.737 orang – Selesai Rapide Test ulang 85 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh RSUD sampai dengan tanggal 6 Mei 2020 sebanyak 550 orang dan selesai rapid test ulang 32 orang.

Hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara massif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 6 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.144 orang dengan hasil sebanyak 1.124 orang negative dan 20 orang reaktif..

Pemerintah kabupaten Sumedang dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 telah menentukan tempat isolasi sementara bagi orang yang reaktif rapid test, tempat ini dinamakan Wisma Isolasi Simpati yang berlokasi di di Wisma Haji Komplek Islamic Center Kabupaten Sumedang. Wisma Isolasi Simpati ini berkapasitas 29 kamar, ditujukan untuk mengisolasi mereka yang dinyatakan reaktif melalui rapid test sambil menunggu hasil uji Polymerase Chain Reaction (SWAB).

Selanjutnya Kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Sumedang, kami informasikan bahwa pada hari ini rabu tanggal 6 Mei 2020 merupakan hari pertama dilaksanakannya PSBB Tahap ke II, yang akan berlangsung selama 14 hari sampai dengan tanggal 19 Mei 2020, hal ini dilakukan untuk lebih memperketat dan mempersempit penyebaran covid 19 di Kabupaten Sumedang dan juga merujuk kepada Keputusan Gubernur Jawa barat yang menerapkan PSBB di seluruh Wilayah Provinsi Jawa Barat. Kami harapkan Masyarakat 

Kabupaten Sumedang . dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang, dengan diam di rumah, 4 memakai masker apabila ke luar rumah, sering mencuci tangan pakai sabun, dan 

menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta peraturan-peraturan lainnya.

Dalam rangka penertiban penyelenggaraan PSBB Tahap Ke 2, gugus tugas 

percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Sumedang, mengadakan patroli 

gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Polisi Militer dan Satpol PP untuk 

memberikan himbauan, menertibkan dan memberikan sanksi kepada Dinas istansi / Lembaga dan warga masyarakat yang melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku selama penyelenggaraan PSBB. Serta memperketat pemeriksaan keluar masuk orang diperbatasan kabupaten.

Selanjutnya, Berdasarkan laporan kegiatan harian Chek Point per tanggal 6 Mei 2020 pukul 08.00 hari ini
B
Chek point titik A Kendaraan diberhentikan : 1.084 kendaraan dan yang diputar balik : 377, Jumlah pelanggaran ada 977 pelanggaran

Chek Point titik B : Kendaraan diberhentikan : 1003, Kendaraan diputar balik : 82 kendaraan serta Jumlah pelanggaran : 1156.

Dari hasil Chek Point C, Kendaraan yang diberhentikan ada 8.845 termasuk r2 dan r4, sedangkan Kendaraan diputar balik sebanyak 1.154 kendaraan dan Jumlah pelanggaran total 526 pelanggaran

Lebih lanjut, kata Iwa, “Berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial bagi orang yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumedang, saat ini penyaluran bantuan sedang berlangsung dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS yang berjumlah 15.000 kepala keluarga dari sumber anggaran APBD Kabupaten Sumedang, berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga yang dibayarkan langsung melalui Bank Sumedang. Progres sampai dengan tanggal 5 Mei 2020, telah disalurkan sebanyak 14.672 Kepala Keluarga dengan nilai uang sebesar Rp 7.336.000.000,- tersebar di 26 Kecamatan Se kabupaten Sumedang. (DMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *