nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

PNS SENIOR SUBANG SIAP-SIAP “DIKADALUWARSAKAN” BUPATI SUBANG ?

Nilanews.com_ Isu mutasi jabatan di Pemkab Subang semakin santer, terkuak nama-nama di peredaran pembicaraan warung kopi, ada jabatan camat, eselon tiga lainnya, termasuk isu Kadinkes yang akan distafahlikan. Menanggapi hal tersebut, mang Eep, Ketua DPD NasDem Subang ikut berkomentar  miring seperti penuh kekecewaan, “saya memproyeksi pelantikan pejabat yang akan datang masih akan ‘mengkadaluwarsakan’ beberapa PNS senior yang tidak mempunyai akses pada puncak kekuasaan di Kabupaten Subang, saya tidak yakin Baperjakat berjalan dengan baik. Kalau Pemkab terbuka kemungkinan banyak bolongnya,” kata mang Eep penuh kekecewaan.

Kalau Baperjakat tidak berjalan dengan baik akan berkorelasi dengan kinerja aparatur Pemerintahan, seperti lamban dan tidak inovatif sehingga PR pembangunan semakin besar, “saya menugaskan Ketua Fraksi Partai NasDem dan seluruh anggotanya untuk mengevaluasi kerja mutasi yang telah dilakukan Bupati Subang, beberapa kali mutasi tidak membuat kinerja Pemkab berjalan dengan cepat dan terbuka sebagai indikator pemilihan jabatan yang tidak tepat sasaran,” kata mang Eep.

Mang Eep pun merasa kecewa atas ketertutupan anggaran penanggulangan  covid Pemkab Subang yang menuai kecurigaan karena yang dibuka hanya yang umum-umumnya saja, sementara data penggunaan anggaran yang telah menyita berbagai anggaran pembangunan untuk rakyat seperti sengaja ditutup-tutupi, “seharusnya kejaksaan turun tangan, jangan asal gebrag saja, bisa dicurigai nantinya,” tegas Eep.

Menyikapi kinerja Bupati Subang dikaitkan dengan janjinya, Eep menilai masih jauh dari harapan dan hal tersebut banyak dikeluhkan para relawan jimat semasa kampanye Pilkada, sampai-sampai ada orang yang dengan tegas mengatakan kecewa dan tidak akan memilih lagi Ruhimat sebagai Bupati Subang apabila ke depan mencalonkan Kembali, “memang sulit kalau bepergian selalu pakai ngeong-ngeong, tidak seperti Jokowi semasa menjabat walikota, sangat merakyat, sehingga sampah di jalan akan kelihatan sama Jokowi karena tidak pakai ngeong-ngeong, kalau oleh pejabat yang pakai ngeong-ngeong maka sampah pun terlihat seperti pemandangan indah,” keluh mang Eep.

Menyikapi isteri pejabat politik yang ditempatkan di tempat strategis, mang Eep mengusulkan, sebaiknya ditempatkan pada jabatan yang tidak berkorelasi dengan pelayanan publik yang besar, kecuali kalau berkomitmen tidak akan mengikuti kegiatan sang suami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *