nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

PSBB Sumedang Kurang Menyentuh Masyarakat. Bantuan Ekonomi, Masa Orang Sudah Mati Dapat Sembako

Sumedang, Nilanews.com — Pelaksanaan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kabupaten Sumedang terkesan tidak maksimal dan tidak efektip, Keluarnya komentar dari beberapa elemen masyarakat.

Mulai dari anggota dprd dan kepala desa, bahkan kaitan turunnya bantuan provinsi Jawa Barat kurang kena sasaran.

Anggota Dprd Kabupaten Sumedang praksi Golkar, Asep Kurnia, mengatakan, pelaksanaan PSBB tidak epektif, seperti wilayah Jatinangor yang sedang kita pantau dan monep,”

“Kebuktiannya siang ini masyarakat masih banyak yang lalu lalar dan berkerumun,” ujarnya di

Aksi Jumat malam sabtu tadi didepan gedung negara pemkab Sumudang jadi sebuah pakta real kurang menyentuh masyarakat Sumedang, jelasnya via celluler, Sabtu, Sumedang, (25/04)

Sementara ditempat berbeda yang berbatasan dengan kabupaten Garut, Kepala Kantor Kecamatan Cibugel, CICIN, menjelaskan, “Intensitas kegiatan masyarakat setempat diluar yang baru datang semua baik baik saja dan jumlah ODP tinggal 5 orang,” terangnya

Lebih lanjut, “pelaksanaan PSBB di Cibugel berjalan lancar adapun warga kecamatan lain yang berdatangan, kami himbau untuk kembali ke rumah daerah asal nya seperti yang hendak mancing ke bendungan Jatigede. Pungkas Cicin ketika dihubungi handphone wartawan sinfonews soretadi, (24/04)

Selain itu di wilayah kota Sumedang, tepatnya desa Margamukti kecamatan Sumedang Utara, “pos penjagaan PSBB  berjalan dengan pemeriksaan setiap penduduk lama maupun baru datang dengan test suhu, 

Kades Margamukti, Maman, “Pelaksanaan distuncing PSBB kita oftimalkan, namun tetap pada dasarnya kita serba salah, pasalnya apakah Sumedang sudah menyediakan tempat karantina bila mana nanti diketemukan ada warga yang melebih batas maksimal Suhu yang mungkin menjadi ODP, “jelas Maman.

“Dan Justru sekarang lebih dilema itu tentang bantuan ekonomi masyarakat tidak singkron dengan data kependudukan,”ujarnya

“Kemarin itu sudah tersalurkan bantuan dari provinsi Jawa barat, tapi kenapa orang yang sudah meninggal masih tercatat mendapatkan bantuan itu, dari keterangan data ketika diakurkan ternyata itu dapduk 2011, kenapa bisa terjadi seperti itu, kata maman sedikit bertanya,”

“Berdasarkan data keluarga miskin saat ini desa Margamukti sebanyak 750 KK belum lagi miskin baru (MISBAR) sekarang masih didata, ini diluar keluaga yang sudah mendapatkan PKH dab BLT,” pungkasnya. (DENI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *