nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Sidang Online

Dalam berbagai perguruan tinggi, baik negeri ataupun swasta, ujian merupakan tahap yang harus dilalui untuk memenuhi standar kelulusan kampus. Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung fakultas Tarbiyah dan Keguruan, ada tiga tahap sidang atau ujian kelulusan. Pertama, Sidang Proposal. Memuat hanya bab 1 (skripsi) saja yang disidangkan. Kemudian yang kedua Sidang Komprehensif. Materi dari perkuliahan semester satu hingga tujuh disidangkan. Lalu yang terakhir Sidang Skripsi.


Mewabahnya virus corona ini, membuat proses proses pembelajaran terhambat. Baik diperkuliahan maupun sekolah. Bahkan Ujian Nasional ditiadakan disampaikan langsung oleh juru bicara presiden, fadjroel rachman melalui keterangan tertulis tertanggal 24 maret 2020. Informasi tersebut semakin valid ketika Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyampaikan keterangan serupa yang mengatakan bahwa memang benar Ujian Nasional 2020 ditiadakan.

Karena selama ada pandemi ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara online, termasuk segala bentuk sidang. Pada tanggal 27 maret 2020 saya melakukan Sidang Online pertama kalinya, yaitu Sidang Komprehensif. Untuk tetap bisa Sidang, saya harus memastikan dua hal. Baterai HP selalu full dan koneksi internet. Soal koneksi internet, ditempat saya tidak ada wifi, maka harus membeli paket data. Sulitnya mendapatkan sinyal yang bagus membuat proses sidang menjadi terhambat, saya harus mencari koneksi internet yang stabil. Kadang di ruang tamu, kalaupun belum stabil mencari ditempat lain seperti dapur, kalaupun belum stabil juga mencari koneksi internet ditempat lain, dan seterusnya begitu.

Sebelum pelaksanaan sidang dimulai, saya mencoba menghubungi dosen pembimbing menanyakan terkait kendala tersebut. Dan jawaban dosen pembimbing membuat saya terkejut, beliau hanya membalas “cari posisi yang bisa V-call. Mudah-mudahan dimudahkan”. Bukannya membantu mencarikan solusi yang solutif untuk mahasiswa bimbingannya, malah mencari posisi yang bisa buat video call. Miris memang, alih-alih mendapatkan jawaban yang memuaskan, malah jawaban absurd yang didapat. Maka dari itu, saya dituntut untuk mengakali segala kendala ini, bagaimana caranya agar kegiatan Sidang Komprehensif tetap bisa dilakukan dengan kondusif.

Coba saja ibu pembimbing ini merasakan jadi saya menghadapi Sidang Komprehensif selama adanya virus corona ini. Memang, dulu ibu juga menjadi mahasiswa dan pernah merasakan sidang-sidang tersebut, tetapi ibu belum pernah merasakan sidang secara online. Sinilah bu, datang ke kediaman saya sebentar. Tolong kami dicarikan solusi agar bisa melakukan Sidang Komprehensif secara online kalau jaringannya saja sulit?

Penulis : Muhammad Sofwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *