nilanews.com

Fokus Dan Tuntas

Warisan Orang Tua

Gambar di ambil dari rabbitholeid.com

CORETAN.SH – Dari dahulu kala hingga saat ini mayoritas paradigma orang tua terhadap anaknya hampir rata – rata sama. Orang tua mengumpulkan harta sebanyak – banyaknya dengan asumsi harta tersebut menjadi warisan bagi anak – anaknya.

Kasih sayang orang tua terhadap anak memang tidak mengenal jarak dan waktu. orang tua rela berjalan tanpa lelah memberikan nafkah untuk memperjuangkan kebutuhan seorang anak, waktu orang tuapun menjadi item yang dikorbankan. Siang jadi malam, malam jadi siang bahkan tidak mengenal mana siang dan mana malam. Semuanya demi anak.

Paradigma seperti itu memang tidak ada salahnya, namun bagi mindset saat ini terdapat hal yang esensinya harus lebih diprioritaskan daripada segulungan harta yang telah dikumpulkan orang tua.

Ilmu menjadi nilai yang esensinya lebih baik diprioritaskan bagi anak. Anak akan lebih bisa survive dengan ilmu, anak akan lebih bisa mengembangkan bakat dan minat dengan ilmu, anak akan lebih bisa komunikatif dan produktif dengan ilmu, bahkan anak akan lebih bisa menyayangi orang tuanya dengan ilmu.

Harta bagaikan air yang ada di dalam wadah. Jika air itu dibagikan kepada banyak orang, air itu akan habis. Ilmu bagaikan api yang ada di sebuah lilin. Jika api itu dibagikan ke pada banyak orang, api itu akan bertambah lebih banyak dan bahkan bisa menjadi lebih besar.

Harta dan ilmu bukanlah sebuah pilihan dan juga bukan sesuatu yang harus dipisahkan. Tetapi harta dan ilmu harus dikolaborasikan. Kalimat sederhananya adalah gunakan hartamu untuk mencari ilmu dan gunakan ilmumu untuk mencari keberkahan dan keridhoan Tuhanmu.

Mari gunakan harta yang telah dikumpulkan untuk biaya anak – anak mencari ilmu baik formal maupun non formal. Dan mari amalkan ilmu yang dimiliki untuk mencari keridhoan Tuhan.

Semoga apa yang telah menjadi ekpektasi kita selalu diberikan kemudahan oleh Tuhan yang Maha Esa. Amin. (SH).